Yakusoku no Neverland Season 2: Kenapa Rating Turun Drastis?


Yakusoku no Neverland Season 2: Kenapa Rating Turun Drastis? 1

The Promised Neverland atau dalam judul aslinya, Yakusoku no Neverland merupakan satu dari sekian banyak anime yang amat sangat ditunggu di tahun 2021 ini. 

Untuk kalian yang belum menonton season 1 nya, lebih baik nonton dulu sebelum membaca review saya ini.

Pada season 1 nya, Yakusoku no Neverland menceritakan tentang sebuah panti asuhan yang bernama Grace Field, dengan 3 tokoh utama kita, Ray, Emma dan Norman yang merupakan 3 anak tertua di panti tersebut. Tanpa sengaja, mereka menemukan bahwa panti asuhan tempat mereka dirawat adalah tempat untuk berternak manusia yang memberi makan para iblis.

Anime bergenre sci-fi, mystery, thriller, horror, psycological ini memukau banyak penonton dengan alur yang luar biasa, adegan-adegan horror thriller yang epic, psycological yang kena ke penonton, dan berbagai alasan lain juga seperti soundtrack serta grafis. Season 1 dari Yakusoku no Neverland mendapat rating 8,64 di MyAnimeList.

Yakusoku no Neverland Season 2 Sinopsis

Poster Yakusoku no Neverland Season 2
Poster Yakusoku no Neverland Season 2

Season 2 menceritakan tentang kehidupan Emma, Ray dan adik-adiknya setelah berhasil keluar dari panti asuhan. Mereka mengikuti arahan dari sebuah pulpen yang ditinggalkan seorang pria bernama William Minerva yang mengatakan bahwa ada tempat yang bisa mereka tuju setelah kabur.

Di perjalanan, mereka dikejar oleh iblis dari dalam peternakan karena bagaimanapun, yang kabur rata-rata adalah anak-anak dengan kualitias otak yang tinggi sehingga sangat disayangkan jika dibiarkan kabur begitu saja.

Mereka berhasil lolos dengan bantukan iblis bernama Mujika (sebelah kiri pada gambar) yang adalah seorang iblis yang tidak pernah memakan manusia. Kemudian Mujika membantu mereka menyusuri lorong agar langsung sampai di tempat yang cukup dekat dengan tujuan mereka. Setelah sampai, tempat tersebut adalah sebuah rumah penampungan yang tersembunyi di bawah tanah.

Namun itu tidak bertahan lama karena pihak peternakan sudah tau lokasi dari persembunyian mereka, yang memaksa mereka kabur sekali lagi dan berbaur dengan iblis di kota terdekat. Setelah beberapa waktu mereka bertemu dengan Norman yang ternyata tidak dimakan iblis melainkan menjadi objek penellitian, yang juga berhasil kabur.

Norman menjelaskan rencananya untuk membasmi iblis dengan obat temuannya, yang kemudian di tentang Emma karena dia yakin bahwa tidak semua iblis jahat.

Alasan Rating Turun

Yakusoku No Neverland
Yakusoku No Neverland

Rating yang diperoleh Yakusoku no Neverland season 2 hanya 5,87 di MAL.

Beberapa alasan yang membuat rating anime ini berbeda jauh dari season sebelumnya antara lain:

  • Tidak terasa thrillernya
    Thriller merupakan genre yang akan membuat kita deg-degan karena adegan kejar-kejaran yang mengerikan antara target dan pelaku, namun dalam season 2 ini, thriller tersebut tidak terasa sama sekali meskipun dalam kolom genre ditulis bahwa anime ini bergenre thriller.. 
  • Tidak terasa Psycological nya
    Masih sama seperti poin pertama, anime ini tidak memberikan dampak psikologikal pada penonton seperti pada season 1.
  • Banyak adegan yang dikurangi dari manga
    Para manga reader pasti bisa menjelaskan satu persatu perbedaan yang membuat anime ini jadi lebih membosankan daripada manga nya, diantaranya yang paling mencolok adalah:
    1. Perjanjian Mama Isabella dengan para iblis untuk membawa anak-anak pulang yang sesungguhnya tidak memberikan dampak banyak pada alur
    2. Rencana asli Norman yang lebih sadis
    3. Pengurangan adegan bertarung melawan iblis. 
Manga panel
Manga panel
  • Ending yang tampaknya terlalu terburu-buru
    Kebanyakan penonton mengira bahwa akan ada season 3 karena hingga episode terakhir season 2, Emma, Ray dan Norman memutuskan untuk tidak ikut ke dunia manusia untuk menjelajahi dunia iblis dan membawa semua manusia ke dunia manusia dan memperbarui perjanjian manusia dengan iblis. Ending dari season 2 ini hanya berupa slide show mereka bertiga melakukan hal yang sudah disebutkan sebelumnya, yang sangat mengecewakan. Membuat adegan terakhir Emma memeluk Phil pun tidak terasa menyentuh sama sekali.

Bagaimana pendapat kalian?


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Lauren

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap