Yann Sommer, Tidak Harus Dia Sendirian Dalam Diri Swiss

Yann Sommer, Tidak Harus Dia Sendirian Dalam Diri Swiss 1

Malapetaka terjadi,  seharusnya gegap gempita menghampiri. Swiss dengan skuad ’45 nya memulai langkah pada babak pertama pagelaran EURO 2020, 8 besar dengan percaya diri. Hal ini tidak lain dan bukan merupakan hasil sumbangsih kolektivitas tim pada gelaran babak fase gugur 16 besar menghadapi The Blues. Skor mayor yang diperoleh 4-5 untuk Swiss dari babak adu nasib pinalti melalui pertandingan super duper ketat di masa normal dan extra.

Beda pertandingan juga lawan pun dengan atmosfer pertandingan yang dilaksanakan di negara netral antara kedua tim. Skor pembuka pinalti sesungguhnya tercipta dengan kepercayaan diri tim Swiss, pasalnya Busquets yang ditunjuk sebagai algojo pertama belum bisa menjalankan eksekusi dengan apik. Tendanganya melenceng ke arah sisi kanan gawang menyusur ke tanah. Busquets seharusnya menyadari kelemahan dari Yann Sommer, penjaga gawang Swiss berada pada titik lemah di arah kiri gawang bukan kanan. Hal tersebut terbukti nyata dengan gol pembuka melalui sentuhan kaki kiri Jordi Alba yang mengenai kaki Zakaria (OG). Tendangan first time yang diluncurkan Jordi dari sisi kanan gawang menuju ke arah kiri gawang Sommer sejatinya sudah sesuai skema.

Tapi ironisnya, kepedean Swiss terhenti setelah tiga penendang pinalti lainya luput dari penguasaan gawang dalam Spanyol. Vargas menjadi last algojo yang paling terpukul, berkat kegagalanya mengantisipasi tendangan adu nasib yang melenceng jauh ke atas gawang Spanyol memastikan Mikel dapat menjadi pemain paling superior untuk malam ini. Tendangan yang memanfaatkan sisi kiri Sommer berhasil diantisipasi olehnya dengan bantuan sedikit mistar gawang untuk membuat Vargas semakin menangis. The captain Shaqiri berusaha menenangkanya untuk beberapa saat.

Setidaknya kita bisa belajar dari sejarah Swiss dan Spain. Kedua tim ini bukanlah seteru abadi namun bukan baru. Seteruan mereka pernah terjadi pada fase grup H piala dunia tahun 2010, Afrika Selatan. Saat itu Swiss keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0. Spain tidak dapat keluar dari tekanan dan kedisiplinan seluruh lini mulai belakang, tengah, dan depan Swiss. Akhirnya Spain tertunduk dengan skor minor itu.

Bukan berhenti sampai disitu, selanjutnya korban tim unggulan Swiss untuk edisi EURO 2020 ini adalah France. The Blues yang memiliki rekor mentereng sebelumnya dengan keluar sebagai juara pada gelaran piala dunia 2018 di Rusia. seakan menjadi gelaran saling berbagi, kini dengan pertandingan di Rusia, Swiss mampu berkiprah saat menjamu The Blues yang kala itu menjadi champion di negara yang sama. Oleh Mbappe, The Blues kehilangan satu tendangan on penalti ketika dapat diantisipasi oleh Sommer di mistar gawang. 

Yann Sommer sebagai pemain ’45 di tubuh Swiss merupakan kiper dengan sejarah main di klub Swiss Basel, selanjutnya karir emasnya terus dikembangkan merumput bersama Borussia Monchengladbach (2014 – sekarang). Pada klub bermarkas di Bundesliga Jerman ini, ia dapat menjalani 229 laga dengan total kemenangan 106 diantaranya. Sommer menjadi kiper andalan Swiss pada gelaran EURO 2020 kali ini dengan keluar sebagai peringkat tiga terbaik di babak fase grup A.

Selanjutnya, kiprah Swiss terus melaju dengan kencang bak catatan impresif standar Basel pada area perbankan dunia. Lalu langkahnya terus mendulang kejayaan setelah bersua dengan The Blues serta terakhir dengan tim Matador walaupun meraih hasil minor. Dengan perolehan ini, Swiss terus mencatatkan diri sebagai tim langganan EURO serta even akbar lainya yaitu piala dunia melalui keistiqomahanya tampil di putaran final tersebut.

Layak kita tonton perkembangan tim kuda hitam ini walaupun nyatanya pemainya berkulit putih. Swiss nyata menjadi tim sandungan raksasa manapun di dunia ini. Semoga petuah dari Kroasia yang juga sama mempunyai histori ciamik pada gelaran even akbar dunia dengan hasil baik dapat membersamai Swiss di kemudian hari.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

ahmad afif