Yuk sambut peluang ekonomi KSPN Danau Toba


Yuk sambut peluang ekonomi KSPN Danau Toba 1

Pemerintah telah menetapkan kawasan Danau Toba akan dijadikan salah satu prioritas pariwisata di Sumatera. Keindahan Danau Toba ini adalah hasil ledakan vulkanik gunung Toba ribuan tahun lalu yang hamparan abu vulkanik membentuk hujan asam menutupi langit mencapai benua Eropa. Setelah kejadiaan vulkanik itu tercipta danau yang indah dengan panjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer dan kedalaman 505 meter (wikipedia).

Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) ini merupakan program strategis pemerintahan Presiden Jokowi membangun wilayah KSPN sebagai Bali kedua. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengalokasikan anggaran pengembangan infrastruktur untuk pengembangan KSPN Danau Toba sebesar Rp 1,33 triliun. Dukungan Kementerian PUPR di antaranya Pembangunan Jalan Lingkar Samosir, Jembatan Tano Ponggol, Revitalisasi Danau Toba, Instalasi Pengolahan Air, Sanitasi, dan Penataan Kawasan Tepi Danau Toba.

Pelaksanaan KSPN ini tentunya membuka peluang ekonomi masyarakat yang bisa menghasilkan produk derivatif berbasiskan sektor pariwisata dan pertanian. Pada wilayah KSPN Danau Toba ada beberapa produk unggulan yaitu Tenunan ulos, kopi, kuliner yang beragam serta pemandangan alam yang asri. Banyak spot obyek wisata sebelumnya tidak mendapat perhatian menjadi pusat perhatian pusat agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menciptakan peluang ekonomi di wilayah  KSPN diperlukan perbaikan infrastruktur yang memadai dan menjangkau obyek wisata terdalam yang sulit dijangkau. Triliunan Rupiah yang digelontorkan pemerintah pusat tidak hanya perbaikan infrastruktur jalan namun membangun situs-situs rekreasi berbasis kultur budaya setempat, nyaman dipandang dan memberikan inspirasi bagi para pengunjung untuk menikmati keindahan alam sekitar Danau Toba.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia (sdm) masyarakat lokal bagaimana berpengetahuan, berprilaku dan bersikap ramah serta membantu kepada para pengunjung perlu dibenahi agar membuat para pengunjung betah. Salah satu stigma negatif  bila kita mengunjungi obyek wisata adalah meroket harga makanan, kebersihan yang kurang, pencurian barang berharga dan sikap kasar pada pengunjung. Stigma negatif penduduk di wilayah obyek wisata perlu direduksi. Pemerintah pusat dan daerah harus menyikapi hal ini agar pembangunan fisik pariwisata yang telah terbangun namun tidak tertinggal dalam pembenahan kualitas manusia sekitar obyek wisata.

Para wisatawan jaman kekinian bila dirasa bagus tempat yang dikunjungi maka akan membagikan narasi positif  mereka ke media sosial (medsos)  namun apabila dirasakan buruk pelayanan maka akan menjatuhkan peluang ekonomi pariwisata domestik. Untuk menerapkan kualitas pariwisata internasional perlu memperhatikan secara detil dan meluas agar anggaran pemerintah tidak terbuang percuma.

Pariwisata kawasan Danau Toba tertinggal jauh pamor dari Bali sebelumnya karena beberapa persoalan seperti infrastruktur, pembebasan lahan masyarakat, anggaran kurang memadai dan perijinan yang tidak satu pintu. Dengan situasi yang sudah berbeda saat ini, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat kawasan Danau Toba untuk tidak berbenah meningkatkan kualitas diri dalam menciptakan produk dan jasa yang berstandarkan internasional.

Selama masa pandemik covid 19, pariwisata kawasan Danau Toba turut juga merasakan dampak kunjungan wisatawan menurun, namun di sisi lain pemerintah pusat terus bekerja membangun infrastruktur agar pasca pandemik ini kita akan siap tinggal landas menghasilkan pariwisata bertaraf internasional. Masyarakat sekitar Danau Toba diharapkan turut berbenah dan bersiap diri misalkan mempelajari bahasa asing seperti bahasa Inggris, belajar public speaking orientasi layanan prima, memiliki karakter ramah dan membumi dan lain hal agar KSPN Danau Toba benar- benar mampu mendatangkan kesejahteraan bagi penduduk sekitar. Alam Danau Toba ini bukanlah hasil rekayasa, tentunya ada banyak berkah tersembunyi (blessing disguise) yang bisa diperoleh bagi manfaat dan kesejahteraan masyarakat kawasan Danau Toba.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Fransisco

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap