3 Alasan Anggota OSIS Tidak Disukai oleh Banyak Siswa


3 Alasan Anggota OSIS Tidak Disukai oleh Banyak Siswa

OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) adalah sebuah organisasi yang ada di tingkat sekolah Indonesia entah di SMP atau SMA atau sederajat. Sebenarnya selain OSIS, di beberapa sekolah juga ada organisasi MPK alias Majelis Perwakilan Kelas. Karena pamor OSIS lebih tinggi dibanding MPK, jadinya peran MPK kurang tersorot. Padahal, jabatan MPK lebih tinggi dibanding OSIS sampai bisa memberhentikan anggota OSIS. Ya mirip-mirip peran MPR lah kalau di pemerintahan.

Dulu ketika masih sekolah tepatnya saat duduk di bangku SMP, saya pernah menjadi bagian dari anggota OSIS di kelas 7. Setahun setelahnya saat kelas 8, saya dipercaya mengemban amanah menjabat sebagai ketua MPK. Sebenarnya perasaan saya biasa-biasa saja meskipun dapat menjabat sebagai ketua MPK karena posisi yang saya harapkan adalah menjabat posisi penting di OSIS. Namun karena rezeki saya sudah di MPK, jadinya saya berusaha untuk bertanggung jawab semaksimal mungkin.

Saat beranjak SMA, saya memilih untuk tidak mengikuti kegiatan organisasi sekolah yang melibatkan OSIS atau MPK. Saya lebih memilih masuk ke kegiatan PMR dan juga kegiatan seni. Menjadi budak organisasi seperti OSIS membuat saya capek, malas rapat sampai hampir tiap hari, dan waktu belajar saya menjadi terganggu. Ya meskipun anggota OSIS akan mendapatkan nilai tambah atau nilai lebih di raport namun tetap saja hal itu dirasa kurang gentle. Banyak siswa yang menyindir anak OSIS karena hal itu.

Ketika saya masih menjadi anggota OSIS saat SMP, banyak siswa yang menganggap kami itu sok-sokan atau sombong. Banyak dari mereka yang tidak suka dengan keberadaan kami. Padahal peran OSIS di sekolah itu cukup penting walaupun kebanyakan perannya menjadi babu sekolah dan terkadang hanya untuk show off saja pada siswa yang lainnya. Pasalnya, banyak yang menganggap kalau menjadi anggota OSIS itu keren dan berprestasi. Siswi-siswi banyak yang kesemsem sama anggota OSIS apalagi punya jabatan yang penting.

Sepertinya stereotip mengenai OSIS tidak disukai oleh banyak siswa akan terus berlanjut sampai kapan pun. Menurut pengalaman dan pengamatan saya pribadi, setidaknya ada beberapa alasan mengapa banyak siswa yang tidak suka dengan anggota OSIS.

#1 Anak OSIS banyak gaya

Sebagai mantan anak OSIS, sebenarnya saya tidak menyangkal bahwa ada beberapa anggota OSIS yang hanya numpang nama saja alias mau show off ke teman-temannya. Kalau kinerjanya bisa dianggap nihil bahkan sering menghambat. Beberapa dari mereka menggunakan jabatannya untuk mendekati para gebetannya. Banyak siswa yang bilang kalau kami itu norak karena ke mana-mana pasti selalu pakai jas OSIS. Sudah kayak pejabat saja, pikirnya. Tapi jujur saja dulu saya salah satu anggota OSIS yang masih malu-malu menggunakan jas OSIS kalau kinerja belum maksimal atau kurang terlihat kecuali dalam acara-acara tertentu.

#2 Tidak bisa diajak kerja sama saat ada razia

Alasan kedua ini adalah salah satu hal yang membuat anak OSIS banyak dibenci atau tidak disukai oleh siswa karena selalu tiba-tiba saja merazia bareng dengan Wakasek Kesiswaan. Apalagi kalau teman sekelasnya tidak diberi tahu hari itu akan ada razia. Meskipun begitu, sebenarnya ada anggota OSIS yang cepu juga memberi tahu dari hari kemarin. Seperti saat saya SMA, teman saya yang anggota OSIS sudah memberi tahu kami bahwa besok akan ada razia lewat grup kelas. Alhasil saya dan teman-teman pun terhindar dari razia.

#3 Sering cepu

Alasan terakhir kenapa anak OSIS tidak disukai oleh banyak siswa terutama siswa-siswa yang dikenal nakal karena mereka sering cepu ke guru. Entah ke guru piket, guru kelas, atau ke pembina OSIS kalau ada siswa yang berbuat salah. Sebenarnya hal ini adalah salah satu tugas OSIS yang tentunya positif, dong. Siswa-siswa yang melanggar peraturan memang harus ditindak tegas. Salah satu kaki tangannya adalah anggota OSIS. Seperti ada siswa yang membawa rokok ke sekolah atau tidak memakai sepatu bertali. Biasanya kalau teman sekelas yang melanggar masih bisa diatur. Berbeda kalau ketahuan oleh anggota OSIS kelas lain.

Meskipun banyak siswa yang tidak suka dengan keberadaan OSIS, namun perlu kita sadari kalau keberadaan mereka sangat penting bagi sekolah dan juga para siswa. Tanpa OSIS maupun MPK, struktur organisasi di sekolah tidak akan berjalan dengan baik. Semuanya akan terasa carut-marut. Mereka-mereka yang tidak suka mungkin karena iri dan dengki. Sebab sebagai mantan anggota OSIS, saya bisa merasakan bahwa peran OSIS itu sungguh berat dan penuh risiko.