4 Youtuber Spesialis Cek Kebenaran Konten Rekayasa dengan Subscriber Jutaan, Bohong tapi Viral

4 Youtuber Spesialis Cek Kebenaran Konten Rekayasa dengan Subscriber Jutaan, Bohong tapi Viral 1

Pernahkah kalian mencoba tutorial YouTube dan hasil akhirnya tidak memuaskan? Padahal kalian sudah mengikuti semua petunjuknya persis seperti dalam video.

Kalian harus waspada, bisa jadi konten tutorial YouTuber itu hanya rekayasa atau bohong. Dilansir dari BBC, demi membuat video yang bagus agar menjadi viral dan mendapatkan banyak viewerlike dan subscriber, banyak YouTuber membuat konten tutorial palsu.

Sungguh kreatif, mereka mengganti bahan, menghilangkan tahapan prosesnya, mengedit lewat aplikasi sampai memanipulasi hasilnya. Bukannya mengedukasi dengan benar, mereka membohongi semua yang menontonnya.

Tragisnya, sebagian besar korbannya adalah anak-anak. Mengapa? Konten tutorial bohong mereka termasuk dalam YouTube Kids yang diprogram untuk menyenangkan anak-anak. Video tutorial tersebut memandu aktivitas anak dalam berkreasi. Dikarenakan tidak mengandung sedikitpun adegan berbahaya, serta dibuat untuk memanjakan mata (penuh warna) YouTube tidak bisa menyaringnya.

Kita sebagai orang dewasa pasti bisa memilah video tutorial kreatif yang mustahil dilakukan, tapi tidak demikian dengan anak-anak. Mereka akan mengikutinya sama persis padahal tutorial itu rekayasa dan seringkali prosesnya berbahaya.

Demi memerangi para YouTuber curang ini, beberapa YouTuber membuat konten mengecek kebenaran konten tutorial YouTube yang mereka bikin.

1. How To Cook That 

Ann Reardon dari how to cook that mengulas cara membuat berbagai kue dan coklat yang menarik
Ann Reardon dari how to cook that mengulas cara membuat berbagai kue dan coklat yang menarik

Ann Reardon mendirikan channel How To Cook That tahun 2011. Sebagai seorang pakar membuat makanan manis yang sudah mengantongi sertifikasi food scientist, Ann Reardon membagikan banyak resep kreatif berbagai jenis kue, coklat, dan makanan penutup. Berkat kemahirannya, Ann pernah diminta membuat kue perayaan ulang tahun ke 50 film televisi Doctor Who dan perusahaan Variety di California.

Berbekal pengalaman sebagai koki, Ann melihat banyak kesalahan dalam video memasak viral dari 5-minutes craftBlossomSo Yummy dan Tasty. Sedihnya video tutorial YouTube mereka memiliki banyak viewer dan sudah dibagikan di mana-mana. Terlebih lagi, beberapa video tersebut ternyata berbahaya bila ditiru. Salah satu yang berbahaya adalah memakai kaleng untuk membuat popcorn mini, memutihkan stroberi merah dengan pemutih, dan membuat karamel garing dengan pengocok adonan.

Beginilah cara Ann Reardon menjelaskan analisis konten YouTube mereka. Ann akan memutar video asli mereka, kemudian memperagakan tutorialnya dengan mencobanya langsung. Dia menunjukkan hasil yang sebenarnya terjadi dan sekaligus memberitahu cara lain yang benar dan aman untuk melakukannya.

Ann Reardon juga membahas respon YouTuber tidak bertanggung jawab itu pada video mereka yang sudah terbukti membuat banyak orang celaka. Respon mereka hanyalah jangan menontonnya jika itu mengganggu kalian. Hal ini sangat meresahkan mengingat anak-anak bisa menontonnya.

2. BBC 

Chris Fox dari BBC mengulas konten youtuber rekayasa yang viral
Chris Fox dari BBC mengulas konten youtuber rekayasa yang viral

BBC disingkat British Broadcasting Corporation adalah Lembaga siaran tertua dari Inggris sejak tahun 1972. Salah satu reporternya, Chris Fox menyiarkan konten YouTube mengenai tips memasak viral palsu dari berbagai channel terkenal. Dia memberitahu kalau dia sudah mencoba resepnya dan memperlihatkan hasilnya yang gagal total. Bersama dengan Ann Reardon, keduanya membahas kebenaran tutorial tersebut.

Chris Fox menampilkan nama channel YouTuber itu beserta jumlah viewer yang disayangkan sudah mencapai ratusan ribu atau jutaan. Chris Fox juga meminta wawancara dengan semua YouTuber tersebut. Sayangnya hanya Blossom yang merespon dan mengundangnya datang untuk melihat caranya tapi dia tidak boleh merekamnya.

Chris menemukan bahwa mereka mengurangi tahapan yang ditampilkan supaya videonya bagus dan mengganti bahannya agar terlihat menarik. Jadi benar mereka melakukannya demi membuat video yang menarik tanpa memedulikan isi kontennya.

3. Royalty Soaps 

Katie dari Royalty Soap mengulas cara membuat sabun yang benar
Katie dari Royalty Soap mengulas cara membuat sabun yang benar

Katie mendirikan Royalty Soaps dari garasi rumahnya di tahun 2012. Bersama suaminya, mereka berjuang mengembangkan usaha keluarga ini hingga memiliki banyak pelanggan dan mengembangkan online shop sendiri.

Misi Royalty Soaps adalah memberikan produk buatan tangan terbaik untuk kulit pelanggan setia dengan harga bersahabat serta berfokus pada detail dan konsistensi. Katie membuat YouTube untuk memberikan inspirasi dan pengetahuan membuat sabun.

Begitu banyak cara membuat sabun handmade di YouTube. Membuat sabun sendiri memang menyenangkan tetapi kita harus berhati-hati karena sabun dibuat dari campuran alkali dan minyak. Alkali adalah bahan kimia berbahaya yang bisa menyebabkan luka serius jika terkena kulit dan mata, terhirup baunya, apalagi tertelan. Sangat disarankan menggunakan peralatan pelindung yang lengkap dan bekerja di tempat terbuka dalam membuat sabun.

Sebagai profesional dalam membuat sabun, Katie berhasil menemukan semua kesalahan dalam video resep sabun handmade yang viral tersebut. Katie lalu membuat konten yang menjelaskan kesalahan konten tutorial YouTube mereka dengan cara seperti reporter televisi. Video aslinya diperlihatkan pada penonton dan dia berkomentar di sebelahnya. Katie memberitahu mana tahapan yang benar dan mana yang salah.

4. Ampisound

ampisound dari komunitas parkour mengulas kebenaran video parkour viral yang bohong
ampisound dari komunitas parkour mengulas kebenaran video parkour viral yang bohong

Pernah lihat orang melakukan parkourParkour artinya kegiatan bergerak dengan cepat ke berbagai tempat sambil menghindari rintangan dengan berlari, meloncat atau memanjat. Channel Ampisound dibuat oleh komunitas parkour sejak tahun 2005 dan berfokus untuk menghasilkan rekaman yang bisa menampilkan seluruh kemampuan para atlet parkour saat beraksi.

Dikarenakan semakin menantang, semakin banyak viewer, para atlet parkour banyak membuat konten tantangan dengan memilih rute di tempat-tempat yang tidak terpikirkan seperti berjalan di atap gedung atau meloncat di depan kereta api yang sedang berjalan. Hasil videonya sangat keren dan berhasil memikat banyak viewer dan like.

YouTube membuat atlet parkour lebih leluasa menunjukkan kehebatan gerakan mereka dan kita sebagai penonton bisa melihat langsung jalanan yang mereka lewati bagaikan menonton film.

Masalahnya ternyata tidak semua video itu benar. Ampisound yang sudah berpengalaman merekam atlet bergerak menemukan video-video palsu dan sangat menyayangkan hal ini karena banyak atlet parkour yang asli. Perbuatan mereka jadi merusak nama atlet yang melakukannya dengan benar dan membahayakan siapapun yang berani menirunya. Supaya para atlet palsu itu jera, Ampisound membuat konten YouTube membongkar kepalsuan mereka.

Konten Ampisound selalu dimulai dengan menganalisa bagian yang aneh dari video parkour palsu dan memperbesarnya supaya terlihat. Contohnya seperti detail bayangan, konsistensi bangunan, posisi tubuh, dan glitch. Ampisound menyimpulkan bahwa mereka merekam dua video berbeda yaitu gerakan atlet sendiri dan video rintangan sendiri. Setelah itu kedua video digabungkan dengan aplikasi di komputer. Ampisound akan menampilkan cara membuat video yang sama dengan aplikasi tersebut.

Demikian pembahasan sepak terjang keempat YouTuber di atas. Mohon hati-hati dan selalu awasi anak Anda ketika mau meniru konten tutorial di YouTube.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Elysia