Alasan Platinum End Tidak Terlalu Populer

Alasan Platinum End Tidak Terlalu Populer 1

Salah satu anime yang cukup menarik di musim winter kali ini adalah Platinum End. Menjadi sebuah anime yang cukup diantisipasi bagi para penggemar anime. Ada beberapa hal cukup menarik untuk dibahas dari anime ini.

Teaser Platinum End
Teaser Platinum End

Platinum End adalah manga karya Tsugumi Ohba dan diilustrasikan oleh Takeshi Obata. Bagi para penggemar sejati anime, kedua nama ini tentu sudah tidak asing lagi. Karya yang sudah ditelurkan kedua sudah menjadi salah satu masterpiece dalam dunia manga maupun anime, yaitu Death Note. Mungkin sudah banyak yang mengira atau berasumsi karya ini memilikikemiripan gaya penggambaran yang cukup identik. Style gambar yang sudah menjadi ciri khas dari Takeshi Obata.

Dari sisi cerita pun sesungguhnya bisa dibilang cukup menarik. Cerita yang disuguhkan tentu saja tidak ringan. Mengingat Tsugumi Ohba yang selalu menyuguhkan cerita yang cukup kompleks dan sangat menarik. Meski cerita yang disuguhkan tidak ringan, tetapi bagi penonton akan tetap menarik untuk mengikuti alur cerita yang disampaikan.

Akan tetapi ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal dari Platinum End . Mengapa karya ini tidak sepopuler karya-karya mereka sebelumnya ? Bisa dilihat dari nilai yang diberikan para penggemar melalui portal situs anime, nilai Platinum End hanya berkisar di angka 7. Jelas ini merupakan penurunan bila dibandingkan Death Note maupun Bakuman. Bahkan Death Note memiliki nilai hingga mencapai angka 9, serta memiliki popularitas yang begitu masif. Begitu pula Bakuman yang memiliki nilai di angka 8 dan popularitas yang tak kalah menterengnya.

Manga Platinum End sendiri memiliki 58 chapter, dengan 14 volume. Manga yang mulai terbit pada tahun 2015 dan baru saja berakhir di awal tahun 2021. Dari data diatas , Platinum End merupakan manga dengan chapter paling sedikit dari duo mangaka legendaris ini. Bakuman memiliki 176 chapter dengan 20 volume, sementara Death note 108 chapter dengan 12 volume. Ditambah satu fakta lagi. Dimana Platinum End merupakan manga yang memiliki jarak waktu terlama untuk diakhiri.

Meskipun manga-nya tidak memiliki popularitas yang mengagumkan, ternyata Platinum End masih cukup menarik bagi produser. Buktinya , Platinum End Sudah merilis episode pertama animenya pada 8 Oktober 2021. Dengan jumlah 24 episode , Platinum End masih sangat menarik untuk diikuti. Patut ditunggu , akankah anime dari Platinum End bisa lebih baik dan lebih populer dibanding manga-nya.

Potongan Adegan Platinum End Episode 1
Potongan Adegan Platinum End Episode 1

Lalu mengapa Platinum End kurang mendapatkan atensi dari para penggemar ?

Ada Beberapa alasan yang mungkin bisa menjadi alasan , mengapa para penggemar tidak cukup tertarik pada judul ini.

1. Cerita Yang Terlalu Mainstream

Cerita yang dihadirkan di Platinum End bisa dibilang memiliki banyak kesamaan dengan karya-karya yang ada. Mengingat Begitu banyaknya anime maupun manga dengan cerita yang memiliki plot sama, Platinum End tidak menjanjikan sesuatu yang cukup segar bagi para penggemar. Ada pula beberapa kritik yang menyatakan bahwa cerita Platinum End masih begitu terpengaruh dari Death Note

2. Tema Yang Tidak Sesuai Tren

Tema yang dihadirkan Platinum End cukup melawan tren pasar anime maupun manga saat ini. Di mana tren Isekai yang masih menjadi primadona utama di musim-musim penayangan anime sebelumnya. Hal ini mengakibatkan Platinum End tidak mendapatkan atensi yang cukup dari para penggemar.

3. Ekspektasi Besar dari Para Penggemar

Inilah yang menjadi masalah utama dari Platinum End. Begitu nama Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata tertulis sebagai author, ekspektasi penggemar pun sangat tinggi. Dan Sayangnya, kali ini mereka masih belum berhasil memenuhi ekspektasi yang sudah diberikan penggemar. Meski cerita yang disuguhkan sama sekali tidak buruk, akan tetapi karya ini menjadi tidak terlalu populer karena harapan penggemarnya sendiri

Bagaimanapun juga Platinum End masih sangat layak untuk diikuti dan ditonton. Meski tidak terlalu populer, karya ini masih cukup direkomendasikan .

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.