Bersiap – Siap, Pengguna Ponsel Akan Rugi Karena IMEI

Bersiap - Siap, Pengguna Ponsel Akan Rugi Karena IMEI

Dikabarkan bahwa tiga kementrian yaitu Kementrian Komunikasi dan Informatika, Kementrian Perindustrian dan Kementrian Perdagangan akan membuat aturan baru secara bersama – sama mengenai pemblokiran (International Mobile Equipment Identity) yang ilegal. Menurut yang dikabarkan bahwa aturan baru ini akan segera di keluarkan pada bulan depan yaitu bulan agustus.

Dilansir dari VIVA, Rabu (03/07/2019) “Pokoknya di bulan agustus. Tanggal persisnya nanti akan di kabarin. Intinya, di bulan agustus akan ada regulasi bersama antar Kominfo, Kementrian Perindustrian dan Kementrian Perdagangan”. Ucap Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu.

Baca juga  Perubahan Terbesar, Kini Update Terbaru OS Android berupa Angka dan Bukan Lagi Nama Cemilan

Bersiap - Siap, Pengguna Ponsel Akan Rugi Karena IMEI

Ferdinandus melanjutkan bahwa setelah aturan baru itu di keluarkan, kemungkinan akan ada masa transisi atau dimana masa untuk memberikan waktu kepada pengguna ponsel yang ilegal untuk segera membackup data – data yang penting dalam waktu ke depan. Dia akan memastikan, selama masa transisi itu pengguna ponsel tidak akan di rugikan.

“Yang jelas masyarakat tidak akan dirugikan, akan ada masa transisi”. katanya.

Baca juga  6 Aplikasi Keyboard GIF Terbaik untuk Android

Selain itu, untuk tugas Kominfo, Ferdinandus mengatakan bahwa institusinya kebagian mengurusi idnetitas dan Mobile Subscriber Integrated Service Digital Network Number (). Yang dimana adalah identitas dari ponsel pengguna sedangkan adalah nomor kartu sim dari ponsel tersebut.

Cara untuk mengetahui dari ponsel yang ilegal adalah dengan mencocokan tersebut bersama dengan . Sama halnya dengan pencocokan data kependudukan dengan nomor prabayar saat melakukan registrasi prabayar beberapa waktu yang lalu.

Baca juga  50 Contoh Perusahaan Terkenal Yang Gagal Berinovasi

“Betul, kalau kemarin kan untuk pencocokan nomor handphone dengan data kependudukan. Ini pencocokan antara dari handphone tersebut dengan , kalau cocok berarti handphone tersebut adalah legal”. sambung Ferdinand.

Lalu, untuk detail aturan baru tersebut, dia belum mengetahui secara detail bagaimana aturan baru tersebut mengenai ponsel yang tidak cocok antara dan . Ferdinandus mengatakan untuk menunggu sampai aturan baru itu dikeluarkan.

“Detailnya seperti apa diregulasinya akan disebut, saya sendiri juga belum tahu persisnya”. kata Ferdinandus.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Rendy Ng