Ciri-Ciri Orang yang Suka Mencari Perhatian di Media Sosial

Ciri-Ciri Orang yang Suka Mencari Perhatian di Media Sosial 1

Media sosial merupakan sebuah teknologi yang dapat menghubungkan kita dengan orang lain mungkin saja tidak selalu berada di dekat kita. Unggahan anda di media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Whatsapp dan lain sebagainnya, juga bisa menjadi informasi atau update terbaru untuk orang lain soal kehidupan anda.

Mulai dari status hubungan, Pekerjaan, Kegiatan sosial, dan lain sebagainnya. Maka dari itu tidak heran, jika banyak orang membubuhkan status-status tertentu di kolom profil media sosialnya.

Media sosial juga bisa dijadikan alat untuk ajang ujuk diri. Sekali atau dua kali anda melakukannya tentu akan dianggap wajar-wajar saja. Namun jika terlalu sering, bisa jadi anda sudah kecanduan atau terobsesi dengan media sosial.

Sehingga, jangan heran jika anda dicap sebagai Attention Seeker atau “Si Caper” alias tukang mencari perhatian. Kira-kira apa saja ciri-ciri orang yang suka mencari perhatian di media sosial ?.

Berikut, Kumpulan Ciri-ciri Orang yang Suka Mencari Perhatian di Media Sosialnya

Menunjukkan Rasa Sedih atau Galau

Beberapa dari anda atau orang yang anda follow maupun teman anda, pasti pernah ada yang melakukan hal ini. Misalnya mengunggah sesuatu saat putus cinta, saat sedang bertengkar dengan pasangan, dan saat kesepian yang berurusan dengan kesedihan hati. Kalau satu atau dua kali anda melalukan, orang akan mencoba mengerti.

Namun jika terlalu sering, rasanya anda memang hanya mencari perhatian saja. Sebab anda tahu, jika anda mengunggah kegundahan hati di media sosialnya akan ada banyak orang yang bersimpati. Awalnya mungkin iya, tetapi lama-kelamaan followers anda bisa gerah bahkan risih lalu mengunfollow media sosial anda.

Menunjukkan Kemolekan Tubuh

Suatu hal wajar bagi seseorang yang ingin menunjukkan kemolekan tubuhnya di media sosial wanita maupun pria. Sebab jika anda memiliki tubuh yang sehat, langsing, berotot maupun kekar, pasti ada rasa bangga yang anda rasakan sehingga ingin memamerkannya kepada orang lain.

Namun, jika anda terlalu sering melakukan ini orang-orang justru merasa malas melihatnya. Awalnya mereka mungkin menyukai lalu memberi komentar, lama-lama rasanya ingin mengunfollow akun anda saja.

Post Workout

Beberapa belakangan ini olahraga seakan menjadi suatu hal yang digandrungi banyak orang, Misalnya saja olahraga seperti yoga, pilates, lari, bersepeda, dan gym merupakan jenis-jenis olahraga yang menjadi pilihan banyak orang.

Lihat saja unggahan acro yoga ataupun artis yang seakan menjamur di media sosial beberapa belakangan ini. Sesekali boleh saja anda mengunggah foto atau video setelah berolahraga. Tapi jika terlalu sering, anda justru akan dianggap pamer bukannya menginspirasi.

Mengkritisi Banyak Hal

Terkadang, fenomena yang ada di kehidupan masyarakat seringkali membuat kita “gatal” untuk tidak mengomentarinya. Mulai dari pemerintah hingga kehidupan selebriti yang kadang suka di luar nalar. Menyuarakan aspirasi terutama di media sosial memang adalah hak semua insan manusia.

Namun, jika anda terlalu sering melakukannya, justru akan menjadi boomerang untuk diri anda sendiri. Mungkin maksud anda melakukan hal tersebut adalah untuk menarik simpati orang lain. Namun bukannya simpati, anda justru akan mendapat sikap antipati.

Pamer Kemesraan dengan Pasangan

Memiliki pasangan tentu saja sebuah kebahagiaan bagi seseorang. Jadi sangat wajar bagi anda jika sering menggunggah kebersamaan bersama pasangan baik lewat foto atau video di media sosial. Bahkan jika anda dan pasangan dianggap serasi, tidak sedikit orang yang akan memuji keserasian tersebut.

Namun teryata, hal ini juga bisa dianggap sebagai cara anda untuk mencari perhatian orang lain. Karena biasanya, orang yang suka pamer kebersamaan dengan pasangan terutama mereka yang masih pacaran, cenderung akan menjadikan hubungannya sebagai hubungan publik.

Seperti unggahan sedang bahagia, sedih, bertengkar, bahkan yang lebih ekstrem adalah menghapus foto atau video kebersamaan tersebut ketika hubungannya putus.

Itulah, beberapa ciri-ciri orang yang suka mencari perhatian di media sosial, tidak salah memang melakukan itu semua, tetapi lebih baiknya tidak terlalu sering dan bisa menahan untuk menggunggah ugahan terbaru. Semoga Bermanfaat.

 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

rohman

   

penulis yang masih dibantu dengan keyboard