Film horor terbaru bertajuk DOSA: Penebusan atau Pengampunan siap menghadirkan ketegangan luar biasa dan teror psikologis yang mendalam bagi para pencinta sinema tanah air. Diproduksi oleh kolaborasi apik HAS Picture dan HAS Creative, karya layar lebar ini bukan sekadar menyajikan jumpscare biasa. Melainkan sebuah eksplorasi kelam mengenai konflik keluarga, rasa bersalah, dan konsekuensi fatal dari sebuah pilihan hidup yang egois.
Deretan Fakta Unik di Balik Layar Film DOSA: Penebusan atau Pengampunan
Sebelum menyaksikan kengerian utamanya di layar lebar, ada banyak hal menarik yang melatari pembuatan film ini. Karya ini menandai langkah perdana bagi studio HAS Picture milik Haldy Sabri di industri perfilman. Sekaligus, ini menjadi momen debut bagi sang istri, aktris ternama Irish Bella, yang bertindak sebagai produser eksekutif.
Di kursi sutradara, ada Sondang Pratama yang sebelumnya sukses menggarap berbagai serial televisi populer. Terinspirasi dari refleksi pribadi sang sutradara selama masa pandemi mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua, film ini menggabungkan drama psikologis mertua-menantu dengan elemen gore dan slasher yang mencekam.
Sinopsis: Ketika Perjalanan Menjelma Menjadi Teror Karma
Alur cerita film DOSA: Penebusan atau Pengampunan berpusat pada sepasang suami istri muda, Bima (Riza Irsyadillah) dan Ersya (Ratu Sofya). Demi melancarkan rencana perjalanan mereka ke luar kota, Ersya nekat mencekoki ibu mertuanya, Nungki (Dominique Sanda), dengan obat tidur agar tidak menghalangi niat mereka.
Nahas, keputusan sepihak itu berujung malapetaka. Mereka mengalami kecelakaan hebat di tengah jalan. Dalam kondisi terluka dan tak berdaya, keduanya terjebak di sebuah hotel tua misterius yang dijaga oleh seorang resepsionis dingin bernama Sheren (Jennifer Eve). Di tempat terasing inilah, masa lalu mereka kembali menghantui dan menuntut pertanggungjawaban yang mengerikan.
Ketidakhadiran Ratu Sofya di Tengah Promosi dan Jajaran Pemain
Selain menyajikan cerita yang solid, film DOSA: Penebusan atau Pengampunan juga didukung oleh jajaran aktor berbakat seperti Revaldo dan Dede Sunandar. Namun, menjelang perilisannya, proyek ini sempat diterpa isu hangat akibat salah satu pemeran utamanya, Ratu Sofya, yang menolak terlibat dalam agenda promosi.
Meski sempat beredar rumor ketidaknyamanan terkait adegan dewasa, pihak Ratu Sofya mengklarifikasi bahwa masalah tersebut dipicu oleh urusan honorarium yang ditransfer ke rekening sang ayah. Menanggapi absennya sang aktris, pihak HAS Pictures pun sempat melayangkan somasi, seraya menegaskan bahwa seluruh proses syuting telah disepakati bersama termasuk penggunaan pemeran pengganti (body double).
Akankah Ada Jalan Keluar?
Dijadwalkan tayang mulai 11 Juni 2026, film ini dipastikan akan memacu adrenalin sekaligus mengajak penonton merenungkan kembali arti dari sebuah kesalahan. Menghadapi konsekuensi dari tindakan masa lalu memang tidak pernah mudah, dan lewat film DOSA: Penebusan atau Pengampunan, kita akan melihat apakah penyesalan tulus mampu membawa keselamatan, atau justru menjerumuskan pada kehancuran abadi.
















