Fakta Unik Besi di Al-Quran

Fakta Unik Besi di Al-Quran

Yang pernah belajar pelajaran kimia pasti tidak asing dengan unsur kimia dengan nomor atom 26 yang disebut Besi atau Ferrum (Fe).

Besi merupakan Salah satu unsur kimia yang paling mudah dijumpai disekitar kita dengan wujud padat jika berada dalam suhu ruang.

Unsur ini tergolong logam yang sangat aktif jika bereaksi dengan oksigen, baik yang terdapat di udara maupun di air.

Reaksinya akan mengakibatkan karat yang biasa dikenal dengan korosi.

Meski bukan termasuk logam mulia seperti Emas (Au), Platina (Pt), Perak (Ag), dan logam mulia lainnya.

Akan tetapi, Besi menjadi logam paling istimewa di dalam Al-Quran, karena menjadi satu-satunya logam di dalam tabel periodik yang menjadi nama Surah, yakni Surah Al-Hadid (Besi), Surah ke 57 terdiri dari 29 ayat.

Ingin tau fakta unik logam ini dari perspektif Al-Quran? Yuk, langsung saja kita bahas :

1. Besi bukan berasal dari Bumi

Dalam Surah 57:29, disebutkan “…wa anzalnal hadiida…” yang berarti “…dan Kami turunkan besi…” yang menjelaskan bahwa besi diturunkan dari langit dan tidak dibuat di bumi.

Baca juga  7 Buah & Sayuran yang Kaya Oksigen, Bagus untuk Tubuhmu!

Hal ini pun dibuktikan oleh sains modern yang mengatakan bahwa besi merupakan logam berat yang tidak dapat dihasilkan oleh bumi atau planet lainnya.

Bahkan seluruh energi matahari tidak dapat membentuk satu atom besi.

Perlu adanya energi yang lebih besar dari Matahari yang suhunya mencapai ratusan juta derajat untuk terbentuknya besi.

2. Terdapat Kekuatan Hebat

Dalam ayat ke 25 surah Al-Hadid, disebutkan “… Dan kami turunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia …” dalam ayat tersebut menyebut besi memiliki kekuatan yang hebat yang seolah-olah betolak belakang dengan ilmu sains. 

Karena besi merupakan logam yang paling mudah berkarat dibandingkan tembaga.

Jikapun dilihat dari unsur yang paling keras, besi masih kalah dangan intan yang merupakan salah satu alotrop dari Karbon.

Begitu juga titik leburnya yang masih kalah dari Tungsten yang dua kali lipat dari tingkat leburnya.

Namun, bukanlah itu maksudnya, akan tetapi kekuatan yang dmaksud adalah persenjataan, seperti pedang, baju besi, busur panah, peluru, tank, dan alat tempur lainnya.

Baca juga  Tak Selamanya Surga Digapai dengan Susah Payah

Selain itu, besi juga memberikan manfaat yang sangat besar bagi kehidupan, seperti kendaraan, alat memasak, alat pertanian dan lainnya, sehingga di semua sisi kehidupan kita tidak bisa terlepas dari logam yang satu ini ya guys.

3. Digunakan sejak zaman Nabi Daud

Nabi Daud diperkirakan hidup pada tahun 1041-971 SM, hal ini disebut dalam buku Atlas Sejarah Nabi dan Rasul yang ditulis oleh Sami bin Abdulllah al- Maghluts (2008).

Pada zaman itu, besi sudah mulai digunakan, yakni sebagai baju besi. Nabi Daud membuat baju tersebut menggunakan teknik pelunakan dan menjadi manusia pertama yang membuat baju besi.

Ini terungkap dalam Al-Quran pada surah Al-Anbiya (21) ayat 80, “Dan Kami ajarkan (pula) kepada Daud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperanganmu.

Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?“. Kemudian pada surah Saba’ (34) ayat 10-11, “Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami.

(Kami berfirman), “Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud,” dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah kebajikan.

Baca juga  Mimpi Dalam Islam Bab. Mimpi Bagian Dari Iman

Sungguh, Aku Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

4. Sebagai dinding pemisah Ya’juj Ma’juj dan Manusia

Dalam surah Al-Kahfi (18) terdapat kisah Zulkarnain yang mana membuat dinding kokoh dengan tingginya sama dengan puncak gunung dan terbuat dari besi untuk mengurung Ya’juj dan Ma’juj dari berbuat kerusakan di bumi.

Hal ini terdapat pada ayat 96, “Berilah aku potongan-potongan besi!” Hingga ketika (potongan) besi itu telah (terpasang) sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, “Tiuplah (api itu)!” Ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atasnya (besi panas itu).

Dari kisah ayat tersebut, dijelaskan bahwa untuk memperoleh logam paduan yang kuat dan kokoh sebagai dinding pemisah, digunakanlah teknik pengecoran dengan memuat dua unsur, yakni besi dan tembaga.

Nah, itulah hal fakta unik terkait besi di dalam Al-Quran.

Sungguh luar biasakan ilmu yang didapatkan di dalam Al-Quran jika kita terus mempelajarinya.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

TY