Film Di Bawah Umur (2020), Film Remaja yang Terlalu Dewasa?


Film Di Bawah Umur (2020), Film Remaja yang Terlalu Dewasa? 1

Beberapa waktu lalu Disney+Hotstar merilis film Di Bawah Umur dibintangi oleh aktor muda berbakat yang tengah naik daun yaitu Angga Yunanda, dan bintang-bintang muda diantaranya Amel Carla, Yoriko Angeline, Shenina Cinnamon, Shandy William, dan Naufal Samudra. Juga didukung aktris kawakan Dian Nitami dan Surya Saputra.

Poster Film Di Bawah Umur Sumber: Wikipedia
Poster Film Di Bawah Umur Sumber: Wikipedia

Di bawah umur bercerita tentang cowok badung bernama Aryo yang diperankan Angga Yunanda, Aryo adalah cowok keren, dengan tongkat permen yang selalu dikulumnya, selalu telat berangkat sekolah, selalu dihukum guru, namun ditaksir banyak cewek. Aryo menyukai Lana (Yoriko Angeline) yang juga sepupu Kevin (Naufal Samudra), sebenarnya Kevin dan Aryo dulu bersahabat dengan 1 gadis lain yaitu Naya. Namun ada suatu hal yang menyebabkan persahabatan mereka hancur.

Film ini rilis eksklusif di Disney+Hotstar, dimana penonton bisa menontonnya dengan mendownload aplikasi tersebut. 

Film ini cukup mengejutkan karena banyak sekali menampilkan adegan-adegan berunsur dewasa, memperlihatkan wanita-wanita berbaju seksi (bajunya benar-benar seksi) dan tindakan-tindakan nakal yang seperti di luar nalar bisa dilakukan oleh anak remaja, contohnya seperti menyelipkan uang di dada penari diskotik.

Dialog antar remaja sungguh tidak ada yang bisa dipetik hikmahnya, dan bisa dibilang dari keseluruhan film dari awal sampai akhir, tidak ada makna yang bisa diambil.

Kenakalan remaja?seks bebas di kalangan remaja?ya film ini hanya menampilkan seks bebas dan kenakalan remaja, dan hanya itu. Tidak ada pelajaran yang disampaikan didalamnya. Malah saya takut remaja yang menonton ini akan mencontoh tindakan-tindakan di dalam film.

Di dalam film ini menampilkan rentetan kenakalan remaja antara lain sudah sangat akrab dengan kondom, seks di toilet sekolah saat pengajian, merayu guru, bullying?

Jujur, masih banyak tema film remaja yang bisa diangkat tanpa harus se-vulgar ini.

Dua Garis Biru masih 10x lebih baik dari film Di Bawah Umur.

Meski ada bumbu-bumbu manis percintaan Aryo dan Lana, tapi dari keseluruhan film, hampir semuanya menunjukkan sisi gelap anak remaja.

Aryo dan Lana sudah cute jangan ditambah adegan porno please!!
Aryo dan Lana sudah cute jangan ditambah adegan porno please!!

Tulisan ini mungkin mewakili kegelisahan ibu-ibu beranak remaja, takut anaknya menonton film yang salah, takut anaknya mencontoh adegan-adegan yang tidak pantas.

Kalau boleh usul, pak sutradara please bikin film-film remaja manis ala Ada Apa Dengan Cinta, yang bikin anak-anak remaja tahun 2000an jadi keranjingan berpuisi, atau Lupus yang banyak menginspirasi anak muda, Olga Sepatu Roda yang berprestasi. 

Oh, Rangga, karena kamu, aku baca buku AKU ini..haha!
Oh, Rangga, karena kamu, aku baca buku AKU ini..haha!

Angga Yunanda mendulang sukses ketika bermain di film Dua Garis Biru, ekspektasi saya ketika menonton Di Bawah Umur berharap dapat memetik pelajaran dari film seperti Dua Garis Biru. Namun sayang, dibilang hiburan?hmmm..jokes di dalam film kurang sekali. Jujur daya tarik di film ini bagi saya hanya bisa melihat kegantengan Angga Yunanda dan perannya sebagai bad boy dimana biasanya Angga Yunanda berperan sebagai anak baik-baik. 

Ada yang sudah menonton film ini?bagaimana pendapat anda? 


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Triana Rosma Fikriyati Dina

   

Menulis adalah cara menyampaikan rasa yang tak sanggup terucap

Subscribe
Notify of
1 Comment
Oldest
Newest
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap