Nominasi FFI 2026 Dikritik Warganet, Komite Jelaskan Cara Nomine Dipilih

Kevin Mahendra

Cuplikan film Na Willa, nomine Film Cerita Panjang Terbaik FFI 2026

Daftar nomine Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2026 baru berumur sehari ketika protes mulai bermunculan di media sosial. Yang paling banyak disorot adalah absennya Irma Rihi, pemeran Mak dalam Na Willa. Lawan mainnya, Luisa Adreena, justru masuk nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik.

Komite FFI mengumumkan nominasi pada Senin, 12 Oktober 2026 malam, lewat siaran langsung di kanal YouTube resmi festival. Keesokan harinya, Prilly Latuconsina, yang dalam unggahannya menyebut dirinya Ketua Program FFI, menanggapi kritik tersebut lewat akun Threads miliknya.

Komite Mengaku Tidak Ikut Menentukan

Prilly membalas sejumlah warganet yang mempertanyakan daftar nomine. Ia menegaskan bahwa komite tidak memilih nama nomine.

“Aku ga terlibat di penjurian yaaa. Aku adalah ketua program. Komite tidak boleh ikut campur apalagi mengubah hasil vote. Kita hanya memberikan guideline, aturan, dan wadahnya. Selebihnya adalah keputusan akademi citra dan asosiasi untuk pemilihan nominasi ini,” tulis Prilly dalam balasannya di Threads. Di balasan lain, ia menjelaskan bahwa Akademi Citra berisi semua yang pernah menang Piala Citra, sedangkan asosiasi mewakili berbagai lini industri film.

Prilly juga mengarahkan warganet ke panduan penjurian di situs resmi FFI. Saat peluncuran FFI 2026, komite menyebut penjurian film cerita panjang tahun ini dibagi menjadi tiga tahap: Seleksi Awal, Nominasi, dan Pemenang. Artinya, pemenang dipilih di tahap terpisah setelah nominasi ditetapkan.

Ketua Bidang Penjurian FFI 2026, Budi Irawanto, menyebut saat peluncuran bahwa perubahan sistem penjurian didasarkan pada masukan publik, terutama dari diskusi kelompok terfokus dengan pemangku kepentingan perfilman pada 13 Mei 2026. Dalam siaran pengumuman nominasi, seperti dilaporkan media, ia menyebut tahap seleksi awal kedua melibatkan 35 perwakilan dari 13 asosiasi profesi, sedangkan nominasi akhir ditentukan oleh 85 anggota Akademi Citra.

Nomine Kategori Utama

Tahun ini, 531 karya terdaftar sebagai peserta FFI. Rinciannya: 93 film cerita panjang, 177 film cerita pendek, 1 film animasi panjang, 57 film animasi pendek, 20 dokumenter panjang, 73 dokumenter pendek, dan 110 karya kritik film. Berikut nomine empat kategori yang paling banyak dibicarakan:

Kategori Nomine
Film Cerita Panjang Terbaik Dopamin, Ghost in The Cell, Na Willa, Operasi Pesta Copet, Para Perasuk
Sutradara Terbaik Bernardus Raka (Nobody Loves Kay), Edwin (Monster Pabrik Rambut), Joko Anwar (Ghost in The Cell), Kimo Stamboel (Abadi Nan Jaya), Wregas Bhanuteja (Para Perasuk)
Pemeran Utama Pria Terbaik Abimana Aryasatya, Angga Aldi Yunanda, Ardit Erwandha, Marthino Lio, Nicholas Saputra
Pemeran Utama Perempuan Terbaik Christine Hakim, Luisa Adreena, Marsha Timothy, Meriam Bellina, Shenina Cinnamon

Bagi penggemar Marsha Timothy, nominasi untuk Tukar Takdir menambah panjang daftar film terbaik Marsha Timothy.

Dua judul tampil paling dominan. Ghost in The Cell karya Joko Anwar (baca juga film psikopat Indonesia terbaik) muncul di banyak kategori, dari sutradara, skenario asli, sinematografi, hingga efek visual. Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja juga tersebar di hampir semua kategori teknis.

Na Willa sendiri tetap masuk Film Cerita Panjang Terbaik dan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, serta sejumlah kategori teknis. Kritik warganet tidak hanya soal Irma Rihi. Di media sosial, sebagian warganet juga menyayangkan tidak masuknya Ryan Adriandhy di kategori Sutradara Terbaik.

Mengapa Polemik Ini Wajar Muncul

Protes terhadap daftar nominasi hampir selalu muncul setiap tahun. Yang membedakan tahun ini adalah komite langsung merespons secara terbuka dan merujuk ke dokumen pedoman yang bisa dibaca publik. Dengan sistem voting berbasis skor, dua pemeran dari film yang sama bisa saja berakhir berbeda. Satu nama cukup masuk lima besar, sementara yang lain tertahan di urutan enam atau tujuh. Masalahnya, skor per kandidat tidak diumumkan, sehingga publik tidak bisa memeriksa seberapa tipis selisihnya.

Bagi penonton, polemik ini justru bisa jadi alasan untuk mengejar film-film nomine sebelum malam puncak. Beberapa judul sudah tersedia di layanan streaming. Monster Pabrik Rambut, misalnya, kini sudah tersedia di Netflix. Untuk pilihan tontonan lain, lihat juga daftar serial dan film Netflix terbaik kami.

Kapan Pemenang Diumumkan?

Para nomine akan bersaing di malam puncak Piala Citra FFI 2026 pada Jumat, 20 November 2026, sesuai jadwal yang diumumkan komite. Jam acara dan stasiun penyiarnya belum diumumkan di sumber yang kami cek. Dewan Juri Akhir akan menilai ulang kelima kandidat di setiap kategori, jadi hasil voting tahap nominasi tidak otomatis menentukan pemenang.