Daftar 9 Pilar Utama Kimetsu no Yaiba

R Setiawan

Daftar 9 Pilar Utama Kimetsu no Yaiba

Di serial anime Kimetsu no Yaiba, kedua kubu punya julukan untuk petarung terkuatnya. Di pihak iblis, sebutan itu adalah Iblis Bulan yang terbagi menjadi Iblis Bulan Atas dan Iblis Bulan Bawah.

Sementara di pihak Korps Pembasmi Iblis, para pendekar terkuatnya disebut Hashira atau Pilar. Berikut daftar lengkap 9 Hashira Demon Slayer, lengkap dengan teknik pernapasan, kekuatan, peran mereka di cerita, hingga urutan Hashira terkuat.

Apa Itu Hashira di Demon Slayer?

Para Hashira dan Tanjiro di Infinity Castle
Foto: kimetsu.com

Hashira adalah pangkat tertinggi di Korps Pembasmi Iblis yang dipimpin keluarga Ubuyashiki. Jumlahnya paling banyak sembilan orang, dan masing-masing mendapat gelar sesuai teknik pernapasan yang dikuasainya, misalnya Hashira Air atau Hashira Api.

Gelar ini diberikan kepada pemburu iblis berpangkat tertinggi (Kinoe) yang berhasil membunuh minimal 50 iblis atau mengalahkan salah satu anggota Iblis Bulan. Selain melindungi manusia, para Hashira menjadi ujung tombak Korps saat menghadapi Iblis Bulan Atas, sehingga mereka dituntut kuat secara fisik maupun mental.

Kekuatan para Hashira bertumpu pada Pernapasan Konsentrasi Penuh yang dijaga terus-menerus, bahkan saat tidur. Teknik ini meningkatkan kekuatan, kecepatan, refleks, dan daya tahan jauh di atas pemburu iblis biasa. Setiap Hashira memakai gaya pernapasan yang berbeda, sehingga cara bertarung mereka juga khas satu sama lain.

Shinobu Kocho – Hashira Serangga

Shinobu Kocho, Hashira Serangga di anime Demon Slayer
Foto: kimetsu.com

Shinobu Kocho adalah Hashira Serangga. Fisiknya terlalu lemah untuk memenggal leher iblis, sehingga ia menciptakan Pernapasan Serangga yang dikembangkan dari Pernapasan Bunga, turunan dari Pernapasan Air. Gerakannya mengandalkan tusukan cepat, bukan tebasan.

Alih-alih menebas leher, Shinobu menyuntikkan racun dari bunga wisteria lewat ujung pedangnya. Racun ini mampu membunuh iblis biasa dengan cepat. Untuk Iblis Bulan Atas, racunnya lebih mudah ditawarkan, sehingga ia menyiapkan rencana lain saat melawan Doma.

Di luar pertarungan, Shinobu berperan sebagai ahli racun dan obat Korps. Kediaman Kupu-Kupu miliknya menjadi tempat merawat pemburu iblis yang terluka, termasuk Tanjiro dan kawan-kawan setelah misi di Gunung Natagumo.

Obanai Iguro – Hashira Ular

Obanai Iguro, Hashira Ular di anime Demon Slayer
Foto: kimetsu.com

Obanai Iguro adalah Hashira Ular yang memakai Pernapasan Ular, turunan dari Pernapasan Air. Tebasannya meliuk seperti gerakan ular sehingga sulit ditebak lawan. Ia selalu ditemani ular putih bernama Kaburamaru yang melingkar di lehernya.

Penampilannya memang berbeda dari Hashira lain, namun keterampilan pedangnya sangat tinggi. Di pertempuran terakhir, Obanai berkali-kali berhasil melukai Muzan, meski Raja Iblis itu dengan cepat memulihkan dirinya.

Mitsuri Kanroji – Hashira Cinta

Mitsuri Kanroji, Hashira Cinta di anime Demon Slayer
Foto: kimetsu.com

Mitsuri Kanroji adalah Hashira Cinta dengan Pernapasan Cinta, gaya pernapasan yang ia ciptakan sendiri dari Pernapasan Api saat dilatih Kyojuro Rengoku. Senjatanya unik, yaitu pedang Nichirin yang sangat tipis dan lentur seperti cambuk.

Tubuh Mitsuri juga istimewa. Kepadatan ototnya delapan kali lipat manusia biasa, sehingga tubuhnya yang terlihat ramping menyimpan kekuatan luar biasa. Kombinasi kelenturan dan tenaga ini membuat serangannya sulit diantisipasi, seperti terlihat saat ia menahan Hantengu, Iblis Bulan Atas Empat, di Desa Pandai Besi.

Giyu Tomioka – Hashira Air

Giyu Tomioka, Hashira Air di anime Demon Slayer
Foto: kimetsu.com

Giyu Tomioka adalah Hashira Air sekaligus Hashira pertama yang ditemui Tanjiro. Ia yang membiarkan Nezuko hidup dan mengarahkan Tanjiro untuk berlatih kepada Sakonji Urokodaki, gurunya sendiri.

Giyu termasuk Hashira terkuat karena penguasaan Pernapasan Air-nya melampaui teknik standar. Jika Tanjiro mempelajari sepuluh jurus Pernapasan Air, Giyu menguasai sebelas jurus. Jurus kesebelas, Ketenangan (Nagi), adalah teknik yang ia ciptakan sendiri untuk menetralkan semua serangan yang masuk ke jangkauannya.

Sanemi Shinazugawa – Hashira Angin

Sanemi Shinazugawa, Hashira Angin di anime Demon Slayer
Foto: ufotable

Sanemi Shinazugawa adalah Hashira Angin dengan Pernapasan Angin yang agresif dan penuh tebasan liar. Keunikannya ada pada darahnya yang langka (marechi), yang bisa membuat iblis mabuk dan melemah begitu menciumnya.

Dari penampilannya, Sanemi terlihat kasar dan pemberontak dengan tubuh penuh bekas luka. Ia sangat membenci iblis dan akan melakukan apa saja untuk membunuhnya, bahkan rela melukai dirinya sendiri demi memancing iblis lewat darahnya.

Kyojuro Rengoku – Hashira Api

Kyojuro Rengoku, Hashira Api di anime Demon Slayer
Foto: kimetsu.com

Kyojuro Rengoku adalah Hashira Api yang mewarisi Pernapasan Api dari keluarganya. Ia dikenal punya jiwa kepemimpinan dan semangat yang menggebu-gebu, serta sering memberi motivasi kepada rekan-rekannya, termasuk Tanjiro Kamado.

Momen paling dikenang dari Rengoku terjadi di arc Kereta Tanpa Batas (Mugen Train). Ia melindungi seluruh penumpang kereta, lalu bertarung habis-habisan melawan Akaza, Iblis Bulan Atas Tiga, hingga gugur. Pesan terakhirnya menjadi sumber inspirasi bagi Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke.

Tengen Uzui – Hashira Suara

Tengen Uzui, Hashira Suara di anime Demon Slayer
Foto: kimetsu.com

Tengen Uzui adalah Hashira Suara yang memakai Pernapasan Suara, turunan dari Pernapasan Petir. Mantan shinobi ini bertarung dengan dua pedang besar yang terhubung rantai, dibantu bahan peledak kecil. Pendengarannya yang tajam membuatnya bisa membaca ritme serangan lawan lewat teknik yang ia sebut Skor Musik.

Tengen memimpin misi di Distrik Hiburan bersama Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke hingga berhasil mengalahkan Daki dan Gyutaro, Iblis Bulan Atas Enam. Sayangnya, ia kehilangan tangan kiri dan mata kirinya dalam pertarungan itu sehingga memutuskan pensiun sebagai Hashira.

Muichiro Tokito – Hashira Kabut

Muichiro Tokito, Hashira Kabut di anime Demon Slayer
Foto: kimetsu.com

Muichiro Tokito adalah Hashira Kabut dengan Pernapasan Kabut, turunan dari Pernapasan Angin. Ia menjadi Hashira hanya dua bulan setelah pertama kali memegang pedang, dan baru berusia 14 tahun, menjadikannya Hashira termuda.

Sebelum bergabung dengan Korps Pembasmi Iblis, Muichiro pernah melawan iblis tanpa pedang Nichirin hingga iblis itu hancur terkena sinar matahari. Di Desa Pandai Besi, ia mengalahkan Gyokko, Iblis Bulan Atas Lima, seorang diri.

Gyomei Himejima – Hashira Batu

Gyomei Himejima, Hashira Batu di anime Demon Slayer
Foto: kimetsu.com

Gyomei Himejima adalah Hashira Batu sekaligus Hashira terkuat di Kimetsu no Yaiba. Ia menggunakan Pernapasan Batu dan tidak bertarung dengan pedang, melainkan dengan kapak dan bola besi berduri yang dihubungkan rantai.

Meski buta, Gyomei mampu membaca gerakan lawan dengan sangat akurat. Tubuhnya besar dan berotot sehingga ia bisa mendorong batu raksasa dengan mudah. Kepribadiannya tenang, religius, dan mudah menangis, tetapi di medan perang ia menjadi andalan utama Korps.

Peran Hashira dalam Cerita Demon Slayer

Para Hashira bukan sekadar petarung kuat. Mereka juga menjadi mentor bagi generasi muda Korps. Giyu adalah orang pertama yang percaya pada Tanjiro dan Nezuko, Rengoku menjadi sumber inspirasi lewat pengorbanannya, sementara Tengen dan Hashira lain ikut melatih para pemburu iblis menjelang pertempuran besar.

Di setiap arc besar, Hashira berdiri di garis depan melawan Iblis Bulan Atas. Kisah masa lalu mereka yang penuh luka dan kehilangan membuat penonton terikat secara emosional, dan banyak di antara mereka rela mengorbankan nyawa demi melindungi manusia serta mengalahkan Muzan.

Urutan Hashira Terkuat di Kimetsu no Yaiba

Sembilan Pilar Kimetsu no Yaiba berdiri di bawah bulan purnama
Foto: ufotable

Bagian ini mengandung spoiler hingga akhir cerita manga. Dari semua Hashira, Gyomei Himejima jelas berada di urutan teratas. Ia disebut sebagai pendekar terkuat di Korps Pembasmi Iblis dan menjadi tumpuan utama saat melawan Kokushibo serta Muzan.

Di bawahnya, banyak penggemar menempatkan Sanemi Shinazugawa. Selain teknik Pernapasan Angin yang agresif, darah langkanya bisa membuat iblis mabuk, dan ia berhasil membangkitkan Tanda Pembasmi Iblis saat melawan Kokushibo.

Obanai Iguro juga layak masuk jajaran teratas. Meski fisiknya tidak sekuat Hashira lain, ia ikut menahan Muzan di pertempuran terakhir dan berhasil membuat pedangnya berubah merah, yang membuat serangannya jauh lebih efektif melukai iblis.

Muichiro Tokito melengkapi empat besar. Di usia 14 tahun, ia mengalahkan Gyokko, Iblis Bulan Atas Lima, seorang diri dan membangkitkan Tanda Pembasmi Iblis dalam pertarungan tersebut.

FAQ Seputar Hashira Demon Slayer

Berapa jumlah Hashira di Demon Slayer?

Saat cerita berlangsung ada sembilan Hashira: Giyu, Shinobu, Kyojuro, Tengen, Mitsuri, Muichiro, Gyomei, Sanemi, dan Obanai. Jumlah maksimal Hashira dalam satu masa memang sembilan orang.

Siapa Hashira terkuat di Demon Slayer?

Gyomei Himejima, sang Hashira Batu, diakui sebagai Hashira sekaligus pendekar terkuat di Korps Pembasmi Iblis.

Apakah semua Hashira memakai teknik pernapasan yang sama?

Tidak. Setiap Hashira memakai gaya pernapasan sendiri, mulai dari Air, Api, Angin, Batu, dan Suara hingga turunannya seperti Serangga, Cinta, Kabut, dan Ular.