Nauru, Negara Kecil dengan Penduduk Tergemuk di Dunia

Nauru, Negara Kecil dengan Penduduk Tergemuk di Dunia 1

Sebagai salah satu negara kepulauan terkecil di yang letaknya jauh di tengah Samudra Pasifik dengan populasi kurang lebih mencapai 10 ribu jiwa, Nauru ternyata cukup sensaional. Pernah dinobatkan sebagai salah satu negara terkaya di dunia, Nauru kembali muncul dengan berita yang tidak kalah menghebohkan dimana negara kepulauan yang satu ini dikenal sebagai negara dengan penduduk tergemuk di dunia dengan 40 persen dari total populasinya orang dewasanya mengidap diabetes tingkat 2.

Dari total jumlah penduduk tersebut sekitar 71 persennya mengalami obesitas, dimana 97 persen laki-laki disana sudah kelebihan berat badan sementara wanitanya juga tidak jauh berbeda yaitu sekitar 93 persen. Banyaknya jumlah penduduk yang menderita kegemukan ini bukanlah hal terjadi baru ini saja, tetapi sudah terjadi 20 tahun yang lalu.

Penyebabnya adalah gaya hidup mereka, dimana sebagian besar penduduknya banyak mengonsumsi makanan import yang rendah gizi namun tinggi kalori dan kurangnya aktivitas fisik. Namun menguak fakta dibalik gaya hidup penduduk Nauru tersebut tidak akan lengkap tanpa melihat sejarahnya terlebih dahulu.

Sejarah Singkat Nauru

Bekas penambangan fosfat selama bertahun-tahun di Nauru
Bekas penambangan fosfat selama bertahun-tahun di Nauru

Nauru atau yang dikenal juga sebagai Republik Nauru pertama kali ditemukan oleh orang Eropa pada tahun 1798, ketika salah satu kapal penangkap ikan paus mereka terdampar disana. Pada saat itu nama dari pulau ini belum dikenal sebagai Nauru tetapi Pleasant Island. Kontak antara penduduk pulau dan para pendatang Eropa semakin masif ketika pada tahun 1830 ketika banyak perusahaan penangkapan ikan paus melakukan barter, dimana pada saat itu makanan dari pulau ditukar dengan sejumlah minuman beralkohol dan senjata.

Hal ini tidak berdampak baik pada masa mendatang karena justru mendatangkan perang saudara di Nauru pada tahun 1878, sehingga setelah berdamai, penggunaan senjata dan minuman keras dilarang keras. Pada masa itu Nauru sempat menikmati masa-masa damainya, walaupun kedamaian tersebut mulai terusik ketika Nauru diserahkan kerajaan Inggris pada Kekasairan Jerman. Sejak saat itu dimulailah kekuasaan Jerman atas Nauru selama 30 tahun.

Bekas peralatan tua yang dulu digunakan untuk menambang fosfat
Bekas peralatan tua yang dulu digunakan untuk menambang fosfat

Penemuan cadangan fosfat baru ditemukan pada awal tahun 1900-an, dan semenjak itu menarik minat dari berbagai negara Eropa. Selama Perang Dunia ke 2 , kekuasaan Nauru jatuh pada Jepang, dan walaupun pengaruh Jepang yang singkat namun membawa dampak kerusakan hebat, dimana ribuan penduduk asli Nauru diasingkan ke Pulau Chuuk dan penambangan fosfat menjadi terhambat. Baru setelah Perang Dunia ke -2 selesai, pada tahun 1945  kekuasaan Nauru kembali diserahkan pada Australia.

Kemerdekaan Nauru akhirnya berhasil diperoleh pada 31 Januari 1968, yang membuatnya sebagai negara republik terkecil di dunia. Pada tahun 1970, Presiden pertama dari Nauru, Hammer De Roburt membeli aset dari British Phosphate Commisioners dan menyerahkannya pada Nauru Phosphate Commisioners. Dari uang yang didapat hasil menjual fosfat ke berbagai negara, Nauru menjelma sebagai negara dengan pendapatan per kapita tertinggi kedua di dunia. Kemakmuran yang dinikmati Nauru ini membuat banyak rakyatnya keluar dari pekerjaan mereka dan pajak ditiadakan.

Walaupun begitu kemakmuran ini tidak berlangsung lama, memasuki tahun 2000-an awal cadangan fosfat mulai menipis dan akhirnya habis pada tahun 2006, semenjak itulah kehidupan rakyat Nauru berbalik 180 derajad. 

Penyebab Kegemukan pada Penduduk Nauru

Layanan kesehatan penting untuk mengecek tingkat diabetes penduduk
Layanan kesehatan penting untuk mengecek tingkat diabetes penduduk

Permasalahan obesitas pada penduduk Nauru merupakan masalah yang kompleks, gaya hidup memang memainkan peranan yang penting atas kegemukan di Nauru, namun di luar hal tersebut faktor sosial dan ekologis turut memberikan dampak yang besar. Jauh sebelum menjadi negara yang merdeka, sebagian besar penduduk Nauru mencari makan melalui pertanian, perkebunan dan perikanan, namun setelah fosfat ditemukan dan penambangan besar-besaran dilakukan, yang tersisia hanyalah kerusakan lingkungan di berbagai tempat.

Lahan yang awalnya produktif untuk perkebunan sekarang menjadi lahan bekas tambang yang kering dan tandus. Oleh sebab itulah setelah penambangan fosfat berhenti rakyat tidak bisa kembali lagi untuk bercocok tanam. Dengan begitu Pemerintah Nauru hanya bisa mengimport makanan dari negara tetangga seperti Australia dan New Zealand, namun karena keterbatasan ekonomi, maka makanan yang diimport sebagian besar adalah makanan olahan murah dengan tingkat gizi yang rendah. Akumulasi dari memakan makanan olahan ini selama beberapa dekade akhirnya membuat banyaknya penderita obesitas, tidak hanya pada orang dewasa namun juga pada anak-anak. 

Sementara itu, secara sosial masih banyak anggapan di kalangan penduduk pulau tersebut bahwa obesitas merupakan tanda dari kemakmuran, yang mengindikasikan bahwa seseorag tidak perlu bekerja secara berat namun dapat tetap hidup tanpa berkekurangan. Dalam masyarakat yang sebelumnya mengandalkan kegiatan fisik untuk bekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup, kehidupan pasif dengan minim kegiatan fisik merupakan suatu hal yang sangat diidamkan oleh penduduk dari Nauru.

Lambat laun permasalahan yang timbul akibat obesitas ini mulai terlihat di permukaan, dimana angka harapan hidup penduduknya terus menurun, bahkan saat ini rata-rata harapan hidupnya tidak sampai 50 tahun, walaupun begitu banyak penduduknya yang masih tutup mata terhadap permasalahan ini dan enggan untuk mengecek kesehatan mereka, karena bagi mereka itu lebih baik. 

Untung saja, Pemerintah Nauru cukup tanggap dalam melihat permasalahan ini. Pada tahun 2014, pajak gula diberlalukan. Dengan membuat produk makanan  dengan kadar gula tinggi menjadi jauh lebih mahal, yang membuat penduduk Nauru berpikir dua kali sebelum membeli produk tersebut. Program lainnya yang dirancang oleh Pemerintah Nauru dalam rangka untuk meningkatkan kesehatan pada warganya adalah melalu program latihan fisik yang disponsori Pemerintah. Salah satunya adalah jalan kaki sejauh 4 kilometer di Bandara Internasional Nauru setiap hari rabu, hal ini dapat dilakukan karena pesawat  yang datang hanya 2 kali dalam seminggu. 

Dalam melihat permasalahan obesitas pada penduduk Nauru ini tentunya berbeda sekali dengan masalah obesitas yang hinggap pada masyarakat perkotaan di negara-negara barat. Baik dari segi ekonomi maupun sejarah, kedua hal ini tentunya sudah menjadi dua  hal pembeda, dimana obesitas yang di derita mayoritas penduduk Nauru ini akibat adanya kolonisasi dan eksploitasi yang masif, yang akhirnya mencerabut dan mengubah kehidupan mereka dari budaya mereka selama ini dan membentuk gaya hidup baru. 

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Wicked Minds