Pete Docter bela Pixar setelah studio animasi tersebut menuai perdebatan besar terkait perubahan cerita film Elio. Pernyataan itu muncul setelah keputusan Pixar menghapus elemen karakter yang dianggap terlalu spesifik pada representasi LGBTQ+. Kontroversi ini langsung memicu diskusi luas di industri animasi global pada awal Maret 2026 lalu.
Pete Docter Bela Pixar Setelah Perombakan Besar Film Elio
Chief Creative Officer (CCO) Pixar tersebut menjelaskan bahwa fokus utama studio tetap pada hiburan keluarga. Ia juga menanggapi kritik yang menyebut Pixar mulai mengurangi unsur inklusivitas dalam film terbaru mereka. Situasi ini membuat publik mempertanyakan arah kreatif studio yang selama puluhan tahun dikenal berani.
Perubahan Besar dalam Produksi Film Elio
Proses produksi film Elio mengalami perubahan besar sejak tahap awal pengembangan. Film yang dijadwalkan tayang pada 2025 awalnya disutradarai Adrian Molina, co-director film Coco. Namun seiring berjalannya produksi, kendali kreatif akhirnya diambil alih oleh petinggi studio Pixar.
Versi awal cerita disebut menampilkan karakter Elio sebagai anak laki-laki artistik yang menyukai fashion dan memiliki ketertarikan pada karakter laki-laki lain. Setelah melalui test screening dan evaluasi dari pihak Disney, karakter tersebut kemudian diubah menjadi lebih maskulin. Keputusan dalam Pete Docter bela Pixar ini diambil untuk menghindari apa yang disebut sebagai “percakapan sulit” bagi orang tua saat menonton film keluarga bersama anak.
Perombakan cerita ini juga berdampak pada tim produksi. Beberapa talenta penting seperti asisten editor Sarah Ligatich memilih hengkang dari proyek karena perbedaan visi kreatif. Bahkan pengisi suara America Ferrera juga meninggalkan proyek sebelum akhirnya digantikan oleh Zoe Saldaña sebagai Bibi Olga.
Pernyataan Tegas Pete Docter
Di tengah kritik yang muncul, Pete Docter bela Pixar dengan memberikan penjelasan langsung dalam wawancara. Dalam wawancara yang dilansir Variety pada Minggu (8/3/2026), ia menyampaikan pernyataan yang langsung menjadi sorotan publik. “Kami membuat film, bukan fasilitas terapi senilai ratusan juta dolar,” ujar Pete Docter.
Komentar tersebut menjadi respons terhadap kritik yang menilai Pixar mengurangi representasi sosial dalam cerita mereka. Docter menegaskan bahwa prioritas utama studio adalah menghadirkan cerita yang bisa dinikmati semua penonton tanpa tekanan isu berat.
Ia juga menambahkan bahwa tujuan film keluarga adalah menghadirkan pengalaman menonton yang menyenangkan di bioskop. Pixar menurutnya tidak ingin penonton merasa seperti sedang mengikuti kuliah sosial saat menikmati film animasi.
Strategi Baru Pixar Pasca Lightyear
Langkah hati-hati Pixar juga dikaitkan dengan pengalaman film Lightyear pada 2022. Saat itu, adegan ciuman sesama jenis memicu boikot di beberapa negara dan memengaruhi performa box office. Sejak kejadian tersebut, studio terlihat lebih berhati-hati dalam menentukan arah cerita.
Film Elio sendiri akhirnya dirilis pada Juni 2025 dan menghasilkan sekitar USD 150 juta secara global. Angka ini cukup besar, namun hampir setara dengan biaya produksi yang juga mencapai sekitar USD 150 juta. Kondisi ini membuat film tersebut belum dianggap sebagai kesuksesan finansial besar.
Meski demikian, Pixar tetap menjadikan Elio sebagai bagian penting dari strategi masa depan studio. Dengan anggaran besar dan perubahan cerita yang masif, film ini menjadi pertaruhan untuk menarik kembali penonton global. Di tengah perdebatan itu, Pete Docter bela Pixar sambil menegaskan bahwa tujuan utama mereka tetap membuat film yang bisa dinikmati semua orang.






































